Sekarang, di penghujung akhir bulan September, gw jadi menyadari banyak sekali hal2 yang harus dan belum gw lakukan hingga akhir tahun ini, atau lebih tepatnya akhir semester ini. Dan kayaknya gw harus mulai nge-list semuanya deh. Okay, let's do it!
1. Tugas Akhir
Oke, ini wajib kudu harus selesai di akhir semester ini! HARUS!!! Strive for it, gunyu! Hahahah~ Lebih detailnya, mari kita buat timeline.
Oktober :
Tujuan udah jelas, tinggal metodenya gimana. Selesai cari metode, ayo mulai penelitian dan coba2 data. Kalo metode udah jelas, baru deh cari data.
Sambil jalan, mulai buat Bab I dan Bab II.
Pada akhir bulan Oktober, Bab I dan Bab II udah harus beres, dan udah mulai tulis2 Bab III!!!
November :
Penelitian harus udah mulai jalan, karenanya bulan ini akan fokus ngerjain Bab III & IV.
Akhir bulan ini, Bab III udah harus selesai ditulis dan apa yang mau ditulis di Bab IV udah harus jelas!!
Desember :
Desember bakal jadi bulan yang singkat sepertinya. Ayo tulis Bab IV, dan selesaikan Bab V juga. Perbaikan, jilid, dan sebagainya makan waktu lho. SEBELUM NATAL HARUS UDAH DIJILID!! Ayo Natalan dengan tenang!!! Hahahah~ xD
Jangan lupa berdoa juga, wkwk~
2. Laporan KP
Nah ini sih udah jadi sebenernya, tinggal kirim ke pembimbing untuk revisi. Tanggal 17 Oktober presentasi lho. Siapkan dengan baik!!
3. Danus KMK UI
Kayaknya dalam waktu dekat harus mengadakan rapat lagi. Moga2 semuanya pada bisa dateng deh. Duit juga belum dihitung lagi nih haha~
4. Asisten Dosen MatDas 1
Harus buka2 kalkulus lagiiii~~~ heyaahhhhh~~~ hahahah~ urusan asdos mengasdos tahun ini unpredictable banget dah, serius... Hyahh~ ayo sit in, tiap kamis jam 8 di R 2302. Lebih baik daripada baca2 sendiri.......
5. Lembaga Asisten
Gw kepikiran banyak hal sih di sini. Bisakah dirintis? Daripada serabutan gini, gw pikir harusnya sih dirintis. Tapi mengingat salah satu BSO lainnya yang jatuh bangun juga, lama2 gw jadi agak2 berpikir walaupun sekarang dibuat terstruktur juga bisa jadi bakal jatuh bangun juga jadinya hahah~ susah juga sih, ckck... Well then let's just see what I can do about it....
6. TOEFL
Ini wajib kudu harus diambil ketika pengumuman fast track udah keluar dan gw diterima. Kalo ga ada TOEFL, buang2 waktu 1,5 tahun nih! Ayo semangat!!
Well, that's it? Apalagi ya, perasaan tadi banyak haha... (ini juga udah banyak bukan xD)
Oke ntar kalo inget lagi post lagi deh, sekarang ini dulu hohoho~
Semangat, gunyu! Strive for it, gunyu!!! \(^o^)/
GUNYU writes IT !!
just another tale about a silly gunyu...
Thursday, September 29, 2011
Wednesday, August 17, 2011
I wonder...
Kenapa ya saya capek tiap kali kita ribut soal hal yang sama?
Bagaimana bisa kita punya pandangan yang sangat berbeda tapi kita sama2 keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah?
Anda juga sudah capek kan? Saya yang cuek saja udah capek banget loh.
Sabar?
Saya sedang mencoba bersabar kok, makanya saya diam.
Sopan?
Hmm, gimana caranya ngomong sopan sama anda dan anda bisa tanggapi dengan baik?
Seingat saya, pertama kali saya memohon sama anda dengan sopan, anda malah maki2 saya :)
Ngalah?
... Jadi anda mau suruh saya menjalani hidup yang saya sebut "tidak hidup"?
Kenapa ya di dunia ini ada hubungan yang serumit ini, sehingga tidak mungkin "diputuskan" begitu saja?
Atau anda lebih memilih untuk dibohongi ya? :)
Bagaimana bisa kita punya pandangan yang sangat berbeda tapi kita sama2 keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah?
Anda juga sudah capek kan? Saya yang cuek saja udah capek banget loh.
Sabar?
Saya sedang mencoba bersabar kok, makanya saya diam.
Sopan?
Hmm, gimana caranya ngomong sopan sama anda dan anda bisa tanggapi dengan baik?
Seingat saya, pertama kali saya memohon sama anda dengan sopan, anda malah maki2 saya :)
Ngalah?
... Jadi anda mau suruh saya menjalani hidup yang saya sebut "tidak hidup"?
Kenapa ya di dunia ini ada hubungan yang serumit ini, sehingga tidak mungkin "diputuskan" begitu saja?
Atau anda lebih memilih untuk dibohongi ya? :)
Saturday, July 16, 2011
I'm sorry, this is how I'm gonna live my life
Deeply from my heart, without a slightest lie, I never regret being born female. Really, I love being a female, even though it is not that lovable sometimes. But I never regret it, really. I even think, if God gives me a chance to choose, I'm gonna choose to be a female again. But sometimes, I can't help but envy how much freedom a man can have...
Sebagian besar orang di sekitar gw emang membatasi kebebasan cewek dengan seribu satu alasan. Banyak banget hal yang diawali dengan "masa cewek blablabla, harusnya kan blablabla..." atau "cewek kok begitu sih..." dan jaraannggg banget gw denger kata2 yang sama dengan mengganti kata "cewek" jadi "cowok".
Konservatif?
Normal?
Atau gw aja yang kebanyakan nonton film barat di mana orang barat memang sering disebut-sebut mendewakan kebebasan?
Atau emang gw yang keterlaluan?
If I am, then, why do I enjoy my freedom so much?
Am I violate your rights by doing so?
Why do I feel happy with that?
Why can't they let others have it, but not me?
Because people are good at covering their acts while I'm not?
Really, I am okay with every single special care you give to the others. I'm jealous? No. Believe me, I'm not. Why do you think I am not? Because I have a very big heart to accept it?
No!
It's because simply I think people have the right to give care to anybody they want. Why should I be jealous? There's no free love in this world of humans, really. Even if there is, the portion will not be 100% free anyway.
So I don't take it to heart when you wonder whether he has already had his dinner or not because you are not to make dinner if he has when I'm home and you know I haven't.
So I have no hard feeling when you care more to him than to me.
So I try not to complain when he comes home very very late after playing around and you say nothing at all despite the fact you don't like it, even though you always speak it up when it comes to me.
So, just because I am born female, I have to bear those feelings forever? So you expect me to be silence when you explode when I ask for freedom as much as his?
Really, sometimes I try not to care, but sometimes I can't...
No matter how hard I try, even though my logic understands, my heart can't...
I'm sorry I am not how you expect me to be.
I'm sorry I always do what I want.
I'm sorry I don't want to lie to myself and be someone I'm not.
And if you can't forgive me, then be it.
I'm not gonna change, I'm sorry...
I'll live with that...
Sebagian besar orang di sekitar gw emang membatasi kebebasan cewek dengan seribu satu alasan. Banyak banget hal yang diawali dengan "masa cewek blablabla, harusnya kan blablabla..." atau "cewek kok begitu sih..." dan jaraannggg banget gw denger kata2 yang sama dengan mengganti kata "cewek" jadi "cowok".
Konservatif?
Normal?
Atau gw aja yang kebanyakan nonton film barat di mana orang barat memang sering disebut-sebut mendewakan kebebasan?
Atau emang gw yang keterlaluan?
If I am, then, why do I enjoy my freedom so much?
Am I violate your rights by doing so?
Why do I feel happy with that?
Why can't they let others have it, but not me?
Because people are good at covering their acts while I'm not?
Really, I am okay with every single special care you give to the others. I'm jealous? No. Believe me, I'm not. Why do you think I am not? Because I have a very big heart to accept it?
No!
It's because simply I think people have the right to give care to anybody they want. Why should I be jealous? There's no free love in this world of humans, really. Even if there is, the portion will not be 100% free anyway.
So I don't take it to heart when you wonder whether he has already had his dinner or not because you are not to make dinner if he has when I'm home and you know I haven't.
So I have no hard feeling when you care more to him than to me.
So I try not to complain when he comes home very very late after playing around and you say nothing at all despite the fact you don't like it, even though you always speak it up when it comes to me.
So, just because I am born female, I have to bear those feelings forever? So you expect me to be silence when you explode when I ask for freedom as much as his?
Really, sometimes I try not to care, but sometimes I can't...
No matter how hard I try, even though my logic understands, my heart can't...
I'm sorry I am not how you expect me to be.
I'm sorry I always do what I want.
I'm sorry I don't want to lie to myself and be someone I'm not.
And if you can't forgive me, then be it.
I'm not gonna change, I'm sorry...
I'll live with that...
Sunday, February 6, 2011
To be a mature person
Ada saat-saat gw merasa, gw udah cukup dewasa dalam menghadapi masalah. Banyak lho orang yang bilang, kalo cara gw menyelesaikan masalah itu nggak seperti layaknya orang-orang seumuran gw...
Hmm.... Entah kenapa, sekarang gw sendiri udah lupa, diri gw yang seperti apakah yang orang sebut "dewasa" itu?
Kalau mau dirunut, mungkin kembali ke masa awal-awal masuk kuliah ya. Waktu SMA, waktu kayaknya berjalan gitu aja, cuma untuk belajar-belajar-belajar. Entah harus nyesel atau nggak. Dalam beberapa hal, gw sangat bersyukur sih bisa masuk sana. Banyak banget dapet pelajaran yang berharga. Tapi banyak juga masalah kehidupan lainnya yang tertinggal. Ketika masuk kuliah, dunia gw otomatis berganti. Dan di sana gw jadi menghadapi banyak masalah yang sebelumnya belum pernah gw hadapi.
Dari sana, awalnya gw jadi lebih mengerti diri sendiri. Ternyata teori yang selama ini ada di otak gw itu nggak bisa diterapkan ketika gw menghadapi masalahnya langsung. Di awal-awal inilah, seperti yang gw bilang di atas, cara gw menyelesaikan masalah itu disebut orang "dewasa".
Tetapi, semakin gw menghadapi masalah yang sama dalam skala yang semakin berat, kenapa akhirnya gw jadi merasa semakin kekanak-kanakan ya?
Oke, sebelumnya, mari mendefinikan "kedewasaan". Apa ya kedewasaan itu?
Menurut gw, dewasa artinya bisa mengambil keputusan yang bijaksana. Orang yang dewasa bisa berpikir secara logis, profesional, bisa menekan ego dan perasaan demi kebaikan. Orang yang dewasa juga tau bagaimana harus bertindak dalam suatu keadaan tertentu, tau kapan harus berjuang lebih keras tapi juga tau kapan harus mundur dan menerima kekalahan dengan hati lapang.
Gw rasa definisi gw itu masih kurang... Tapi, berangkat dari definisi di atas pun, gw merasa semakin lama gw malah semakin mengalami kemunduran.
Kenapa ya, belakangan ini gw semakin sulit menerima kekalahan? Kenapa dulu gw bisa lebih berhati lapang dan menekan perasaan?
Mengenai masalah yang sedang gw hadapi sekarang juga, ada sebuah "solusi" yang menurut gw bisa menyelesaikan masalah dan membuka dunia gw pada hal-hal yang baru. Tapi, kalo mau dipikir dua kali, apa iya ini "solusi"? Atau hanya sekedar "lari dari masalah"?
If only there were someone whom I can trust and his/her maturity is undoubted, I could just ask him/her what I'm going through!
Hmm.... Entah kenapa, sekarang gw sendiri udah lupa, diri gw yang seperti apakah yang orang sebut "dewasa" itu?
Kalau mau dirunut, mungkin kembali ke masa awal-awal masuk kuliah ya. Waktu SMA, waktu kayaknya berjalan gitu aja, cuma untuk belajar-belajar-belajar. Entah harus nyesel atau nggak. Dalam beberapa hal, gw sangat bersyukur sih bisa masuk sana. Banyak banget dapet pelajaran yang berharga. Tapi banyak juga masalah kehidupan lainnya yang tertinggal. Ketika masuk kuliah, dunia gw otomatis berganti. Dan di sana gw jadi menghadapi banyak masalah yang sebelumnya belum pernah gw hadapi.
Dari sana, awalnya gw jadi lebih mengerti diri sendiri. Ternyata teori yang selama ini ada di otak gw itu nggak bisa diterapkan ketika gw menghadapi masalahnya langsung. Di awal-awal inilah, seperti yang gw bilang di atas, cara gw menyelesaikan masalah itu disebut orang "dewasa".
Tetapi, semakin gw menghadapi masalah yang sama dalam skala yang semakin berat, kenapa akhirnya gw jadi merasa semakin kekanak-kanakan ya?
Oke, sebelumnya, mari mendefinikan "kedewasaan". Apa ya kedewasaan itu?
Menurut gw, dewasa artinya bisa mengambil keputusan yang bijaksana. Orang yang dewasa bisa berpikir secara logis, profesional, bisa menekan ego dan perasaan demi kebaikan. Orang yang dewasa juga tau bagaimana harus bertindak dalam suatu keadaan tertentu, tau kapan harus berjuang lebih keras tapi juga tau kapan harus mundur dan menerima kekalahan dengan hati lapang.
Gw rasa definisi gw itu masih kurang... Tapi, berangkat dari definisi di atas pun, gw merasa semakin lama gw malah semakin mengalami kemunduran.
Kenapa ya, belakangan ini gw semakin sulit menerima kekalahan? Kenapa dulu gw bisa lebih berhati lapang dan menekan perasaan?
Mengenai masalah yang sedang gw hadapi sekarang juga, ada sebuah "solusi" yang menurut gw bisa menyelesaikan masalah dan membuka dunia gw pada hal-hal yang baru. Tapi, kalo mau dipikir dua kali, apa iya ini "solusi"? Atau hanya sekedar "lari dari masalah"?
If only there were someone whom I can trust and his/her maturity is undoubted, I could just ask him/her what I'm going through!
Friday, December 10, 2010
Love is...
Love is so irresponsible.
It comes without a warn,
that all you could do is to surrender.
Then it blinds your mind, your sense, your heart,
makes you seem like a fool for doing unnecessary things...
And you'll keep dong those kind of things voluntarily.
Someday,
on the day I am not sure of what to call it with,
it leaves.
It just disappears like nothing.
Even worse, it only takes the blindfold.
It doesn't take the bitter-sweet memories it has made,
nor does it take the weary of doing every stupid things in the name of it.
The worst part that it doesn't take its footprints which will never be gone from your heart.
And every time you remember it, it pains you, no matter how light the feeling is...
So don't trust it, for you can always fall for a wrong person...
It comes without a warn,
that all you could do is to surrender.
Then it blinds your mind, your sense, your heart,
makes you seem like a fool for doing unnecessary things...
And you'll keep dong those kind of things voluntarily.
Someday,
on the day I am not sure of what to call it with,
it leaves.
It just disappears like nothing.
Even worse, it only takes the blindfold.
It doesn't take the bitter-sweet memories it has made,
nor does it take the weary of doing every stupid things in the name of it.
The worst part that it doesn't take its footprints which will never be gone from your heart.
And every time you remember it, it pains you, no matter how light the feeling is...
So don't trust it, for you can always fall for a wrong person...
Subscribe to:
Posts (Atom)